Sabtu, 13 Juli 2013



Jika ingin membeli kenang-kenangan dari Korea Selatan namun takut menawar karena keterbatasan bahasa, Dongdaemun dapat menjadi alternatif pilihan. Pasar yang terletak di bagian timur Kota Seoul ini punya toko souvenir khusus berbahasa Indonesia, di lantai 5. Nama tokonya`Korea-Indonesia`.

"Toko ini sudah cukup lama, yang punya orang Korea dan Indonesia, orang KBRI juga banyak dan sering belanja di sini," ujar Kevin, salah satu pelayan pelanggan asal Indonesia yang sangat fasih berbahasa Korea. Tidak hanya Kevin yang jago berbahasa asing, pegawai lain yang berkebangsaan Korea asli, juga fasih berbahasa Indonesia, hanya saja dengan pengucapan yang belum jelas.


Tapi yang paling menyenangkan adalah harga benda buatan tangan Korea di sini sangat murah. Misalnya saja, satu gantungan kunci atau magnet kulkas yang di tempat lain dijual sekitar 3000 Won atau Rp 30 ribu per buah, maka di toko `Korea Indonesia` hanya 900 - 2000 Won. Kaos yang biasanya bisa seharga 60 ribu Won atau Rp 600 ribu, di toko ini harganya meluncur bebas menjadi 12 ribu sampai 35 ribu Won.

Dongdaemun memang pasar murah yang menjual barang-barang buatan Korea asli seperti baju, sepatu atau kosmetik. Dongdaemun juga menjual makanan tradisional Korea seperti kue beras atau toppokki. Pelanggan yang sering berkunjung ke pasar ini sudah tahu kalau penjual di sini menawarkan dua jenis barang.

"Bila ingin barang agak bagus namun dengan harga yang lebih mahal biasanya mereka akan mengatakan Dae Han Mingug yang artinya Korea Selatan. Sedangkan ingin barang yang lebih murah namun dengan kualitas yang tidak begitu baik maka mereka akan mengatakan, Chun Guk atau barang buatan Cina," kata Kevin.

Barang-barang Korea asli biasanya dijual di dalam gedung Dongdaemun, sedangkan barang-barang yang lebih murah dijual di kaki lima. Tapi berjualan kaki lima di Korea tidak seperti berjualan kaki lima seperti di Indonesia. Berjualan kaki lima di Korea berarti menjajakan dagangan di toko permanen yang ada di jalanan bawah tanah menuju stasiun subway.

Sama halnya seperti membeli barang di Tanah Abang, menawar di toko-toko bawah tanah, sekitaran Dongdaemun, juga dapat dilakukan seenak jidat.  Salah satu pemandu tamu asal Korea, Andy Lee, membagi tips bagi para pembeli yang ingin menawar di Dongdaemun, terutama di pasar yang ada di atas.

Caranya, saat penjual mengeluarkan barang dan memperagakan barang dagangannya dengan cara memakai produk jualannya di badan sendiri, Anda harus segera memuji. Semisal tas, sepatu atau kaca mata hitam dipakai penjual, pembeli harus cepat berkomentar, "Anda cantik sekali tante (bila penjual ibu-ibu)," ujar Andy Lee. Setelah itu tanya berapa harganya. Bila terlalu mahal, Anda harus bilang, "Cantik sekali tapi mahal harganya, beri diskon ya,"  ujar Lee.

Begitu dicoba cara ini dan benar saja, harga langsung meluncur bebas sampai sepertiganya. 


CR:http://www.tempo.co/read/news/2013/07/07/198494234/Ada-Toko-Indonesia-di-Pasar-Dongdaemun-Seoul




0 komentar:

Poskan Komentar