Selasa, 18 Juni 2013

Pelat Ganjil-Genap, Jokowi: Tunggu Bus Baru

Pelat Ganjil-Genap, Jokowi: Tunggu Bus Baru

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pelaksanaan program pembatasan kendaraan berdasarkan pelat ganjil-genap menunggu kedatangan bus angkutan umum yang baru. Proyek ini salah satu solusi mengatasi kemacetan Jakarta.

Jokowi menjelaskan, program ganjil-genap ditujukan sebagai kebijakan untuk mempersiapkan masyarakat menggunakan sistem electronic road pricing (ERP). Namun program itu hanya bisa dilaksanakan jika daya tampung transportasi umum di Jakarta sudah bagus. "Kalau saya teken program ganjil-genap sekarang, mau naik apa 50 persen masyarakat yang enggak boleh naik mobil itu?" kata Jokowi ketika ditemui Tempo di ruang kerjanya, Kamis, 13 Juni 2013.

Menurut Jokowi, kedatangan bus tambahan untuk angkutan umum tersebut sekitar Oktober dan November 2013. Rencana awalnya, bus-bus baru yang dibeli pemerintah Jakarta akan digunakan di jalur yang akan menjadi sasaran program ganjil-genap. Ternyata, jalur lain juga banyak yang masih kekurangan bus. "Jadi bus baru yang datang Oktober dan November nanti baru kami bagi rata," kata dia.

Jokowi optimistis penambahan armada bus itu bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan Jakarta. "Hasil survei menunjukkan ada 43 persen pengguna kendaraan pribadi yang mau pindah kalau busnya datang," ujarnya. (Baca: HUT Jakarta, sampai di mana Jokowi-Ahok bekerja?)


Sumber
Sekian: Pelat Ganjil-Genap, Jokowi: Tunggu Bus Baru

0 komentar:

Poskan Komentar