Minggu, 16 Juni 2013

Masih Dendam Tak Masuk Jajaran Orang Terkaya, Pangeran Arab Tuntut Forbes

Masih Dendam Tak Masuk Jajaran Orang Terkaya, Pangeran Arab Tuntut Forbes

London - Pangeran Arab si pemilik 'Istana Terbang', Alwaleed bin Talal, pernah protes karena tidak masuk jajaran 10 besar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Saking kesalnya, ia pun menuntut majalah tersebut ke meja hijau.

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (14/6/2013), keponakan Raja Abdullah dari Arab Saudi itu ingin ada pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang ia anggap sebagai komentar 'fitnah' yang berujung serius terhadap citra dirinya sebagai miliuner.

Maret lalu, Forbes menghitung kekayaan Alwaleed, yang jumlah totalnya sebanyak US$ 20 miliar (Rp 190 triliun). Total kekayaan ini menempatkan Alwaleed di posisi 26 orang terkaya dunia.

Pangeran kaya tersebut menilai metodologi yang digunakan Forbes itu tidak tepat dan akurat serta sudah melecehkan para komunitas bisnis di Arab Saudi. Bahkan, kata Alwaleed, Forbes sebelumnya menghitung kekayaannya hanya sebanyak US$ 9,6 miliar.

Tuduhan ini sudah masuk ke pengadilan London atas kasus pencemaran nama baik dan ketidakakuratan atas sebuah pemberitaan.

Salah satu pemberitaan yang tidak akurat itu dinilai Alwaledd sebagai penghinaan terhadap komunitas bisnis Arab Saudi. Apalagi terhadap pasar saham Arab Saudi, Tadawul, yang kata punya aturan paling ketat di dunia.

Dala menghitung kekayaan pria yang ingin membangun gedung tertinggi di dunia itu, Forbes menghitung nilai aset dari Kingdom Holding Company saja, tanpa memperhitungkan sahamnya yang tercatat di Bursa Efek Saudi.

Nah, cara penghitungan inilah yang Alwaleed anggap tidak rasional, subjektif dan diskriminatif. Sementara Forbes yang terkena tuntutan sang pangeran hanya membalas dengan santai.

"Kami bingung atas aksi publikasi Pangeran Alwaleed yang hanya didorong oleh egonya itu," kata Forbes dalam keterangan tertulis.

Ingin kenal lebih dekat dengan pangeran sekaligus orang paling kaya di Timur Tengah tersebut? Simak di sini.


Sumber
Sekian: Masih Dendam Tak Masuk Jajaran Orang Terkaya, Pangeran Arab Tuntut Forbes

0 komentar:

Poskan Komentar