Kamis, 20 Juni 2013

Waktu yang Tepat untuk Membubarkan Band

Semua hal di dunia ini ada waktunya berakhir. Begitu pun sebuah band, ada waktunya untuk bubar. Akan lebih baik jika sebuah band berakhir ketika nama mereka masih harum dan masih berada di puncak popularitas seperti The Beatles dan juga The Police. Masalahnya, banyak band yang tidak menyadari hal itu.

Jadi kapan waktu yang tepat bagi sebuah band untuk bubar? Inilah lima faktor yang bisa menjadi pertimbangan:

Umur band yang telah berkepanjangan
Kita pasti sering mendengar pendapat �musik band itu udah ketinggalan zaman�. Industri musik selalu berkembang cepat dan dinamis. Setiap saat ada jutaan band baru yang lebih muda dan lebih segar yang siap menggantikan band lama.

Memang banyak band lama yang musiknya tidak lekang waktu, tapi banyak pula yang seperti tidak tahu diri dan memaksakan eksistensi mereka padahal musik mereka sudah tidak diminati lagi. Konon siklus sebuah band itu paling baik hanya sampai usia 10 tahun. Lewat dari itu, akan datang banyak hal yang akan membuat sebuah band meredup dan makin lama makin tenggelam.

Personel sibuk dengan proyek masing-masing
Pada dasarnya manusia itu adalah mahluk yang tidak pernah puas. Jadi tidak heran bila ada masanya para personil mencurahkan semua kreativitas pada band mereka. Namun seiring waktu, pasti akan ada beberapa hasrat pribadi yang tidak dapat ditumpahkan. Beberapa personel pun mengambil jalur solo atau membuat proyek lain di luar band utama. Jika proyek di luar semakin serius dan malah menelantarkan band utama, mungkin sudah waktunya band utama itu mempertimbangkan untuk bubar.

Terjadi pengulangan karya
Banyak band yang pernah mengenyam kesuksesan pada zamannya mencoba untuk terus mengaplikasikan rumus-rumus kesuksesan mereka di jaman yang baru. Tanpa menyadari bahwa era telah berganti. Minat serta kegemaran masyarakat pun telah berubah. Hasilnya, ada pengulangan karya yang kemungkinan besar akan membuat penggemar mereka jenuh.

Ditinggal pergi pemimpin
Seperti kelompok mana pun, sebuah band juga butuh pemimpin, penggerak atau seseorang yang cukup dominan dalam menentukan arah kreativitas. Ketika orang tersebut pada akhirnya keluar dari formasi dengan berbagai alasan seperti ketidakcocokan atau kehendak Tuhan (meninggal dunia), maka sebuah band yang ditinggal oleh pemimpinnya itu biasanya akan goyah. Keadaan pasti tidak akan sama lagi.

Saat kata vakum muncul
Ketika sebuah band tidak memiliki perkembangan yang cukup berarti atau bisa dikatakan stagnan, kata vakum pasti akan pertama muncul. Kalau keadaannya memang tidak memungkinkan untuk sebuah band berjalan dalam satu waktu � misalnya karena salah seorang personel sakit keras � maka opsi vakum bisa jadi pilihan.

Namun jika sebuah band sampai mengalami keadaan �mati segan hidup pun tak mau� dan bertahan atas unsur sentimentil belaka maka opsi vakum harus segera disingkirkan. Karena lebih baik bubar daripada menjadi band yang seperti zombie berjalan.

Menurut Anda, band apa di Indonesia yang sebaiknya bubar saja?


Sumber
Sekian: Waktu yang Tepat untuk Membubarkan Band

0 komentar:

Poskan Komentar