Senin, 17 Juni 2013

Obama Tak Merasa Privasi Warga AS Dilanggar

Obama Tak Merasa Privasi Warga AS Dilanggar

TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya bersikap soal kebocoran rahasia Badan Keamanan Nasional AS (NSA). Menurut Kepala Staf Gedung Putih, Denis McDonough, Obama tak percaya pengawasan catatan telepon dan data Internet selama ini telah melanggar hak privasi warga AS.

Denis McDonough, yang muncul dalam acara "Face the Nation" di stasiun televisi CBS, juga mengatakan dia tidak tahu keberadaan Edward Snowden, mantan kontraktor NSA yang menjadi sumber dari laporan mengenai pelanggaran privasi oleh NSA yang dimuat dalam surat kabar Inggris Guardian dan The Washington Post. Pria 29 tahun ini yang pertama kali membeber peretasan data pribadi pelanggan operator telepon terbesar AS, Verizon, Google, dan Facebook.

Sebelumnya, pemerintah membela diri dengan menyatakan pengumpulan sejumlah besar "metadata" dari panggilan telepon - informasi mentah yang tidak mengidentifikasi pelanggan telepon individu - itu sah dan disahkan oleh Kongres dengan tujuan menggagalkan serangan militan. Ia mengatakan lembaga ini tidak memonitor perpanggilan.

Ditanya apakah Obama merasa ia telah melanggar privasi warga AS, McDonough mengatakan, "Dia tidak merasa."

McDonough mengakui program ini membuat banyak orang terkesima. Ia mengatakan Obama mempersilakan debat publik tentang pertanyaan ini. "Kkarena seperti yang dikatakannya, di masa mendatang  kita harus menemukan keseimbangan yang tepat, dan kita tidak akan menjaga diri kita pada pijakan perang abadi."

Pemantauan data telepon dan internet oleh NSA menuai banyak kritik, selain juga dukungan. Pemerintahan Obama dituding telah memperpanjang, atau bahkan memperluas, apa yang sebelumnya dirintis oleh pemerintahan George W. Bush setelah serangan 11 September 2001.

"Saya tidak berpikir ini merupakan pendekatan Amerika untuk sebuah dunia di mana kita memiliki ancaman yang besar. Tujuan nomor satu saya adalah untuk melindungi rakyat Amerika, dan kita dapat melakukannya dengan cara yang juga menghormati kebebasan sipil kita," kata Senator Mark Udall.

Sedang Ketua Komite Intelijen Parlemen AS, Mike Rogers, menyatakan akan merilis informasi tentang ancaman terorisme yang dihentikan oleh program pengawasan telepon. "Minggu ini akan kami buka," katanya.


Sumber: TEMPO.CO
Sekian: Obama Tak Merasa Privasi Warga AS Dilanggar

0 komentar:

Poskan Komentar