Minggu, 23 Juni 2013

Mengatasi Ketakutan Terbang

Mengatasi Ketakutan Terbang

Dulu saya sangat cinta terbang, sehingga ingin selalu naik pesawat ke mana pun, yang jauh. Turbulensi, lepas landas dan mendarat menjadi hal yang lumrah dan menyenangkan buat saya. Semakin jauh perjalanan, semakin girang pulalah saya. Kebetulan, pekerjaan saya membuat saya sering melakukan perjalanan udara yang sangat jauh.

Namun, setahun dan dua tahun ke belakang, mungkin karena usia atau banyaknya kecelakaan pesawat, saya semakin takut terbang. Lepas landas membuat tangan saya berkeringat dingin. Turbulensi membuat saya deg-degan dan panik, ada kalanya komat-kamit meminta pertolongan Tuhan. Ada apa ini?

Karena saya juga menyukai perjalanan darat dengan kereta api, saya sebisa mungkin lebih memilih pergi naik kereta ketimbang pesawat terbang � walaupun itu berarti saya harus menempuh perjalanan semalaman!

Tapi saya tahu, ini tidak bisa berlanjut dan tidak memungkinkan di setiap waktu. Oleh karenanya, saya mulai mencari tahu bagaimana mengatasi ketakutan terbang ini. Apalagi buat saya yang sebenarnya cinta jalan-jalan.

Pertama, saya meyakinkan diri bahwa tanpa perjalanan udara pun, kita masih bisa meninggal atau kecelakaan. Jika memang kehendak Tuhan, ya pasti bagaimana pun akan terjadi dan tidak bisa dihentikan. Banyak berdoa saja.

Selain itu, saya meyakinkan diri bahwa perjalanan itu tidak hanya soal tujuan, tapi prosesnya. Nikmatilah sebisa mungkin. Membaca buku, melihat pemandangan, berbicara dengan penumpang lain (mungkin untuk mengurangi rasa takut), atau pesan makan dan minum. Apa saja, saya lakukan demi menikmati perjalanan itu.

Beberapa riset menunjukkan, perjalanan udara adalah salah satu moda perjalanan teraman, jika tidak yang paling teraman. Katanya, perjalanan udara lebih aman enam kali dari perjalanan dengan kendaraan bermotor, serta dua kali lebih aman dari kereta api.

Bagaimana dengan turbulensi udara? Pesawat udara dirancang untuk menahan turbulensi yang sangat kuat. Bagaimana bila turbulensinya terlalu kuat? Pilot sudah memiliki standar prosedur untuk menghindarinya.

Saya juga kemudian mencari-cari video di internet yang berkaitan dengan lepas landas dan mendarat. Belakangan saya ketahui, semua prosesnya terotomasi, walau tidak semua. Bahkan ada eksperimen mendaratkan pesawat secara otomatis (ketika mendarat, biasanya autopilot dimatikan).

Di luar itu, yang penting bagi saya untuk mengatasi ketakutan terbang ini adalah untuk selalu berdoa dan menenangkan diri dari kepanikan.

Bagaimana dengan Anda?

Sigit Adinugroho mengisi blog perjalanan www.ranselkecil.com.


Sumber
Sekian: Mengatasi Ketakutan Terbang

0 komentar:

Poskan Komentar