Senin, 24 Juni 2013

LSI: Publik ragukan iklan soal kenaikan harga BBM

LSI Publik ragukan iklan soal kenaikan harga BBM

MERDEKA.COM. Sebelum akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah gencar melakukan sosialisasi melalui media massa tentang fungsi dan tujuan kebijakan kenaikan harga BBM.

Namun, hal itu kurang menumbuhkan kepercayaan publik soal alasan dinaikannya harga BBM. Hal itu terlihat dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan sebagian responden mengaku tak percaya dengan iklan yang diluncurkan pemerintah.

Padahal, kenaikan harga BBM ini didahului dengan sosialisasi yang sangat massive oleh pemerintah. Lewat diskusi publik, maupun iklan yang dilakukan pemerintah lewat berbagai media, spanduk, SMS.

"Ini kita potret seberapa besar publik percaya iklan pemerintah, apa mereka pernah lihat iklan itu? Sebesar 65,70 persen, terkait rasionalisasi pemerintah akan kenaikan BBM," jelas Peneliti LSI, Adjie Al Faraby saat memaparkan hasil penelitian LSI di kantornya, Jakarta, Minggu (23/6).

Dia menuturkan, dari hasil iklan yang sangat gencar dilakukan oleh pemerintah, hanya 22,20 persen yang percaya akan isi iklan itu. "Tidak percaya 25,30 persen, ragu-ragu 40,60 persen," tegasnya.

Sekedar diketahui, LSI melakukan penelitian sejak tanggal 18 Juni sampai 20 Juni 2013. Metode yang digunakan adalah metode sampling multistage random sampling. Dengan jumlah responden 1200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. Margin of error sebesar 2,9 persen.

Berikut hasil survei LSI terkait tingkat kepercayaan publik terhadap iklan pemerintah soal kenaikan harga BBM:

Ragu-ragu 40,60 persen
Percaya 22,20 persen
Tidak Percaya 25,30 persen
Tidak Tahu 11,9 persen


Sumber: Merdeka.com
Sekian: LSI: Publik ragukan iklan soal kenaikan harga BBM

0 komentar:

Poskan Komentar