Senin, 17 Juni 2013

Uang TKI Banyak Dipakai Bayar Utang Birokrasi

Uang TKI Banyak Dipakai Bayar Utang Birokrasi

TEMPO.CO , Jakarta: Sebanyak 70 persen remitansi atau uang tenaga kerja Indonesia yang mengalir ke tanah air dipakai untuk membayar hutang para buruh migran. Analis kebijakan tenaga kerja dari Migrant Care, Wahyu Susilo, mengatakan utang itu dinikmati oleh pengambil keuntungan seperti Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia, klinik kesehatan, sampai perusahaan asuransi.

"Biaya birokrasi TKI lebih mahal daripada orang biasa," kata Wahyu, Sabtu, 15 Juni 2013. Para calon TKI harus menghadapi 18 birokrasi sejak mengurus dokumen hingga pemberangkatan. Semua alur birokrasi membutuhkan biaya. Celakanya biaya itu untuk mempermudah proses mengurus.

Wahyu mencontohkan biaya pembuatan pasport yang biasanya Rp 250 ribu. Untuk TKI biayanya bisa mencapai Rp 1,5 juta. Para calon buruh ini juga harus membayar biaya tes kesehatan Rp 450 ribu, biaya pendidikan dua pekan Rp 6 juta dan biaya lainnya.

"Biaya membuat KTP TKI juga lebih mahal daripada orang biasa," tutur Wahyu. Manajemen migrasi untuk TKI lebih mahal daripada orang biasa. Fenomena  untuk bayar utang ini, menurut Wahyu menunjukkan pemerintah tak mempunyai manajemen remitensi dan manajemen migrasi. Remitansi seharusnya digunakan untuk menggerakan perekonomian keluarga TKI atau membuka usaha setelah bekerja dari luar negeri.


Sumber: TEMPO.CO
Sekian: Uang TKI Banyak Dipakai Bayar Utang Birokrasi

0 komentar:

Poskan Komentar